Fajar SumateraPlus Lebih Tahu Sumatera

Home | Ragom Saburai | Tanjungkarang | Sumatera | Politik | Berita Utama |

Eks Kasat Polhut Pesawaran Segera Diperiksa

On 22-07-2013 Written by choco lie

Kasus Dugaan Pemerasan

 

FAJARSUMATERA - Inspektorat Kabupaten Pesawaran akan memanggil mantan Kasat Polhut Pesawaran, Heriyanto DJ  terkait dugaan pemerasan terhadap keluarga anggota Marinir dan warga Kecamatan Punduh Pidada pada tahun 2011 yang silam hingga ratusan juta rupiah.

heriyanto mantan kasat Polhut

heriyanto mantan kasat Polhut

 

“Kami akan pelajari dulu tentang kebenarannya, dalam waktu dekat akan segera memanggil dan memeriksa Heriyanto DJ yang saat ini sudah menjabat  Kasat Pol PP,” ungkap Sekertaris Inspektorat Pesawaran, Chambrasman, belum lama ini.

 

Pemanggilan Heriyanto, terkait pemerasan yang diduga yang dilakukan Heriyanto terhadap masyarakat Punduh Pidada terkait dengan penebangan kayu. “Kalau memang dia terbukti kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas terhadap Heriyanto DJ, apa lagi sekarang dia menjabat Kasat Polisi Pamong Praja, ”jelasnya.

 

Sebelumnya telah diberitakan mantan Kepala Polisi Hutan (Polhut) Kabupaten Pesawaran Heriyanto DJ, diduga telah melakukan pemerasan terhadap keluarga anggota Marinir dan warga Kecamatan Punduh Pidada hingga ratusan juta rupiah, Hal tersebut terungkap setelah angota Marinir yang berinisial HR (Hariadi) dan salah satu warga berinisial Zul (Zulkifli)  mengaku telah diperas anggota polhut Pesawaran pada Tahun 2011 lalu.

Menurut HR yang ditemui beberapa waktu lalu mengaku telah mintai sejumlah uang oleh anggota polhut lantara keluarganya nenebang Kayu Jati milik sendiri, namun  menurut oknum Polhut kayu tersebut berada dihutan kawasan.
“Padahal saya menebang kayu yang ditanam keluarga saya sendiri, dan lokasinya pun jauh dari patok kawasan namun pihak polhut mengatakan itu wilayah kawasan dan akan diproses hukum, dan keluarga saya dimintai uang Rp 80 juta kalau tidak akan dihukum 5 tahun,”kata anggota marinir yang sempat diwawancarai koran ini beberapa hari lalu.

Sedangkan kayu Jati yang diperkirakan sebanyak 50 batang sempat disita anggota Polhut namun kenyataannya kayu tersebut dijual oleh anggota Polhut atas perintah Heriyanto.
“Yang jelas alur uang itu semuanya habis Rp.80 jutaan namun yang murni saya berikan ke Kasat Polhut itu Rp40 juta melalui Anggota Polhut yang bernama Nugroho saya sendiri yang memberikannya, dan barang bukti kayu jati itu dijual di Panglong Kayu didaerah Bayas Jaya,”ungkapnya.

Bukan hanya keluarga Marinir saja yang menjadi korban pemerasan anggota Polhut Pesawaran yang dipimpin Herianto DJ, namun masih banyak lagi, salah satunya Zul (41) warga Jaya Tani Kecamatan Punduh Pidada telah memberanikan diri untuk membuat surat pernyataan diatas Materai 6 ribu, yang menyatakan dirinya telah diperas Polhut sebesar Rp.7,5 Juta.

Zul yang sehari-harinya bekerja sebagai patani inipun menceritakan, pada September 2011 lalu, Pak Sendring membeli 1 Batang Kayu milik Supri, seharga Rp.1 Juta, kayu tersebut berada di tanah warga bukan dihutan kawasan dan Sindring telah melapor kepada Kepala Desa setempat Marianto, (untuk izin menebang kayu secara lisan). Lalu Sindring memerintahkan dia untuk menebang kayu dengan upah Rp.200 Ribu, sebelum kayu itu digunakan beberapa hari kemudian datang surat pangilan dari Polhut atas perintah Kasat Heriyanto, yang ditujukan dia, Sindring dan Maryanto sebagai Kepala desa.

 

Menurutnya, disitulah mereka diancam pidana 5 Tahun berdalih telah melakukan penebangan kayu dihutan kawasan, dan dikenakan Denda Rp.30 Juta, ironisnya lagi pemilik kayu hinga saat ini mengalami Depresi (Stres) akibat telah diperas angota Polhut.
“Setelah kami dipanggil dan diancam kurungan 5 tahun lalu saya berembuk dengan pak Sindring, Kades, lalu yang punya kayu pak Supri yang saat ini sampai Stres gara-gara diperas Polhut, jatuhlah diangka 7,5 dibagi orang 4, saya menyerahkan uang 7,5 Juta kepada Pak sindring dan Kades yang akan diserahkan kepada oknum Polhuttersebut karena pada saat itu saya gak bisa kekantor Polhut yang berada di Gedongtataan, “kata Zul yang sangat kesal atas ulah Polhut Pesawaran.

Sementara itu, Mantan Kasat Polhut Heriyanto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Pesawaran, menyangkatl tudingan tersebut bahkan dia mengancam akan melakukan tindakan kekerasan kepada orang yang berani memfitnahnya.
“Sumpah saya tidak pernah merasa melakukan itu, tapi kalau memang ada, akan saya cari siapa orang yang berani memfitnah saya akan saya hajar dia, “ancam Heri yang terkesan menutup-tutupi kesalahan yang dilakukan dia bersama anak buahnya.(FS-Muhajirin)

 

 

Posted in Modus

Be the first to post a comment.