Fajar SumateraPlus Lebih Tahu Sumatera

Home | Ragom Saburai | Tanjungkarang | Sumatera | Politik | Berita Utama |

Polwan Lampung Berjilbab

On 24-06-2013 Written by choco lie

Panggilan Jiwa dan Tidak Mengganggu Tugas

 

gambar polwan berjilbab 1FAJARSUMATERA - Sikap Kapolri Jenderal Pol Timor Pradopo yang membolehkan Polisi Wanita (Polwan) untuk mengenakan jilbab, langsung direspon oleh sejumlah Polwan di lingkungan Polda Lampung.

Bahkan, sebelum Kapolri memutuskan Polwan boleh berjilbab, kedua Polwan di Lampung yaitu, Brigadir Kepala Fitri Ekasari dan Brigadir Eliga Nur Sasmita, keduanya bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling Polda Lampung telah mengenakan jilbab.

Menurut Fitri Ekasari, ia memberanikan diri berhijab, karena panggilan hati dan jiwa. Mereka juga menyakini kalau pakaian muslim itu tidak mengganggu tugas kepolisian. Karena itu, sebelum ada keputusan dari Kapolri, ia bersama temannya menghadap ke Kapolda Lampung meminta ijin untuk menggunakan jilbab. Kapolda tidak melarang Polwan menggunakan jilbab. Apalagi setelah adanya keputusan Kapolri, maka keputusan Fitri dan kawannnya menggunakan jilbab kian mantap.

BERJILBAB-Brigadir Kepala Fitri Ekasari dan Brigadir Eliga Nur Sasmita, keduanya bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling mengenakan jilbab dalam bertugas. Foto:ist

BERJILBAB-Brigadir Kepala Fitri Ekasari dan Brigadir Eliga Nur Sasmita, keduanya bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling mengenakan jilbab dalam bertugas. Foto:ist

“Apalagi setelah ada keputusan dari Bapak Kapolri Polda boleh berjilbab, maka kami semakin mantap menggunakan jilbab dalam bertugas. Apalagi kami bertugas di SPN, kami rasa tidak mengganggu tugas sehari-hari sebagai Polwan,” ujar Fitri Ekasari yang sehari-hari lepas tugas memang sudah mengenakan jilbab.

Dua Polwan bertugas di SPN Kemiling Fitri Ekasari istri dari Elma Wahyudi pegawai RSUAM Lampung dan Eliga Nur Sasmita istri dari Bripka Agus yang bertugas di Polresta, akan menjadi menjadi warna baru dalam aktivitas Kepolisian Polda Lampung.

Paska keputusan Kapolri membolehkan Polwan berjilbab, mendapat sanjungan dari berbagai pihak. Kapolri dinilai telah arif dan menjalankan konstitusional dengan membolehkan Polwan berjilbab.

Dengan dibolehkannya Polwan berjilbab berarti aturan seragam kepolisian itu tidak mengganggu keimanan anggotanya. Apalagi, hal ini telah diatur dalam UUD 1945. Kepada para Polwan muslimah yang akhirnya dibolehkan menggunakan jilbab, untuk menggunakan kesempatan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya.FS-jamhari

 

Posted in Berita utama, Tanjungkarang

Be the first to post a comment.