Dua Pejabat PT PPI Tersangka Kasus Korupsi

 

KORUPSIFAJARSUMATERA - Dua pejabat PT (Persero) Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Sub Cabang Bandar Lampung Depo Telukbetung dipastikan menjadi tersangka dugaan korupsi APBN 2012 yang digunakan dalam pengelolaan perusahaan milik plat merah ini.

 

Dua pejabat tersebut yang bakal menjadi tersangka, Direktur PT PPI dan Kepala Gudang PT PPI. Keduanya diduga telah melanggar pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Perkaranya baru selesai diekspose hari ini (kemarin, red) dan resmi ditingkatkan menjadi penyidikan dengan dua nama terduga kuat menjadi tersangka. Sedangkan perkara ini sendiri sudah kita lakukan penyelidikan sejak 15 Februari 2013 berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor 83/N.8/FD.1/02/2012,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Heru Widjatmiko SH.

Masing-masing terduga tersebut dalam pemeriksaan dan hasil gelar perkara pada Rabu (1/5), ditemukan dua perbuatan tindak pidana. Pertama, dugaan penyimpangan penjualan produk unilever sebagai salah satu produk jual dari PT PPI pada kurun waktu April-Juli 2012. “Kedua, penyimpangan perhitungan persediaan barang (stock opname) atau selisih persediaan barang dalam kurun waktu 21 Juli-4 September 2012,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Heru Widjatmiko di ruang kerjanya kemarin sore.

Hasil perhitungan sementara dari Satuan Pengawas Internal (SPI) atau pihak audit internal dari PT PPI, ditemukan kerugian negara yang berbeda dari dua perbuatan tindak pidana tersebut dengan total kerugian negara sementara mencapai Rp1,917 miliar. Rincianya, untuk delik penyimpangan penjualan produk hasil audit SPI mencapai Rp947.639.959 dan untuk delik penyimpangan stock opname kerugian mencapai Rp942.769.848.

“Hasil audit itu juga belum final itu baru hasil sementara yang dilakukan oleh pihak mereka. Oleh karena, kita juga masih akan memverivikasi ulang penghitungan kerugian negaranya,” imbuh Heru.

Dari hasil gelar perkara kemarin, sejak pukul 13.00-16.00 WIB, penyidik menyimpulkan beberapa modus operandi kedua terduga tersangka tersebut dan satu orang terduga tersangka memainkan peran tunggal dalam perbuatan melawan hukumnya.

Untuk Direktur PT PPI Sub Cabang Bandar Lampung Depo Telukbetung, dengan menyalahgunakan wewenangnya menjual barang pada satu agen melebihi batas pertanggungan sebesar Rp50 juta sesuai dengan ketentuan perusahaan. Dana itu diberikan pada satu agen tanpa jaminan yang menyebabkan negara terus merugi.

“Sedangkan untuk kepala gudang, telah mengeluarkan faktur jual beli barang fiktif yang ditujukan kepada beberapa agen penerima barang produk Unilever, sehingga selisih barang masuk dan barang keluar tidak balance dan setelah dilakukan pengecekan beberapa agen itu tidak ada dan alamatnya pun tidak jelas. Dari ketidak singkronan itu negara juga telah merugi karena pengelolaan perusahaan termasuk barang yang ada berasal dari dana APBN,” jelas Heru.

Sayangnya Heru enggan menyebut nama dari dua pejabat tersebut dengan alasan etika kejaksaan dan perlindungan nama baik seseorang. “Disamping itu, secara resmi surat perintah penyidikan pun belum dikeluarkan dan disahkan. Maka informasi sebatas jabatan saja saya rasa sudah cukup,” kata dia.
Untuk agen yang menerima barang dengan nilai ratusan juta rupiah dan tidak memberikan agunan kepada PT PPI, diakui penyidik sudah melarikan diri dan itu diperkuat dari pengakuan SPI. “Sudah melarikan diri sebelum permasalahan ini dilaporkan ke Kejaksaan. Yang jelas kami sekarang mencari dan mendalami peristiwa hukum yang terjadi dulu,” pungkas Penkum Kejati.FS-sapto

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*