Bupati Mesuji Dipolisikan

khamamikFAJARSUMATERA - Bupati Mesuji Khamamik dipolisikan ke Polda Lampung, oleh mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu daerah itu, berkaitan adanya pengancaman yang diterimanya melalui pesan singkat.

“Benar saya melaporkan Bupati Mesuji Khamaik ke Polda Lampung,” ujar Fanjir, mantan anggota Panwaslu Mesuji Fanzir Zarami, saat dihubungi Fajar Sumatera via ponselnya, Rabu (27/3) malam.

Dia menambahkan, awalnya, dia  menerima pesan singkat itu pada 5 Februari 2013 malam hari, isinya saya dendam sama kamu. Isinya, mengancam diri saya dan keluarga,” ujar Fanjir, yang mengaku sedang diluar.

Laporan dirinya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Lampung, pada  Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB, dengan nomor laporan LP/163/III/2013/SPKT. “Saya melaporkan hal itu karena ingin mendapatkan perlindungan dari Polda Lampung,” bebernya.

Sebab, dia mengakui, selama ini dirinya merasa tidak nyaman akibat pesan singkat tersebut, termasuk sejak awal saat ingin melaporkan perkara tersebut dihantui perasaan ketakutan, mengingat yang dihadapinya adalah seorang bupati.

“Memang pesan singkat itu sudah lama, tapi sudah lama juga saya ingin melaporkannya. Saya harus berpikir secara matang karena yang ingin dilaporkan adalah seorang bupati yang punya kekuasaan dan kaki tangannya juga banyak,” katanya.

Menurut Fanzir, pengancaman tersebut diduga berawal dari Pemilu kepala daerah (pemilukada) Kabupaten Mesuji bebarapa waktu lalu. Tidak hanya itu, menurut dia, beberapa kali dirinya juga pernah mendesak agar ada wakil bupati yang definitif di Kabupaten Mesuji agar pemerintahan berjalan sehat.

“Mungkin karena masa lalu dan adanya desakan segera ditetapkan wakil bupati itu, kemudian Bupati Khamamik mengirimkan pesan singkat tersebut,” katanya.

Belum diperoleh klarifikasi atau penjelasan dari Bupati Mesuji Khamamik berkaitan dengan pengaduan terhadap dirinya ke Polda Lampung itu. (ANT/Andersen)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*