Fajar SumateraPlus Lebih Tahu Sumatera

Home | Ragom Saburai | Tanjungkarang | Sumatera | Politik | Berita Utama |

Harus Ada Aksi Nyata Cegah Pengguna Narkoba

On 05-12-2012 Written by bung andi

FAJAR SUMATERA - Tingginya angka pengguna narkoba suntik (Penasun) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), dinilai karena kurangnya upaya tegas dari pihak terkait yang menangani permasalahan itu.

Tanggapan itu diungkapkan Ketua DPRD Lampura,  M Yusrizal ST,  ketika ditemui usai memimpin rapat paripurna, Senin (3/12).

“Jujur saja, saya sangat prihatin atas tingginya angka pengguna narkoba di Kabupaten ini. Seharusnya ini menjadi persoalan bersama, yang harus diseriusi pihak terkait, untuk dapat mengambil langkah dalam mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Dijelaskan Ketua DPRD, meski telah ada upaya-upaya yang dilakukan pihak terkait saat ini, namun dirinya menilai upaya tersebut kurang menyentuh. ”Memang sudah ada upaya untuk mengatasinya, tapi saya nilai itu masih kurang menyentuh. Jangan cuma bicara saja tetapi harus ada action yang tegas,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lampura, Rohimat Aslan menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai komponen untuk mengatasi tingginya angka pengguna narkoba suntik di Lampura.

Menurutnya, langkah yang dilakukan diantaranya akan terus melakukan sosialisai ke masyarakat tentang bahaya narkoba. Sedangkan bagi yang sudah menjadi pencandu narkoba tersebut, BNK akan menyalurkan untuk direhabilitasi. “Saat ini, untuk menekan tingginya angka pengguna narkoba, diperlukan tanggung jawab bersama, khusunya orang tua dan lingkungan,” jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) setempat, Lampura menjadi urutan pertama pengguna jarum suntik se-Provinsi Lampung. Bahkan, terdapat Penasun termuda se-Lampung dengan umur 12 tahun.

Tak hanya itu, untuk penderita HIV/AIDS, Lampura juga menjadi urutan kedua terbanyak setelah Bandar Lampung, serta menjadi satu dari 14 kabupaten/kota di Lampung yang menjadi penyumbang terbanyak rehabilitasi pecandu narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Posted in Nasional

Be the first to post a comment.