Fajar SumateraPlus Lebih Tahu Sumatera

Home | Ragom Saburai | Tanjungkarang | Sumatera | Politik | Berita Utama |

Pengoplos Pupuk Segera Ditahan

On 19-11-2012 Written by deni

FAJAR SUMATERADirektur PT AMN yang juga pemilik gudang pengoplos pupuk subsidi non subsidi yang berada di Jalan Kayu Putih Mabar Kecamatan Medan Deli, dalam waktu dekat ini  akan ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara .

Inisial RB yang menjabat sebagai Direktur PT AMN, akan dijerat  UU Perdagangan No 5/1984, dengan ancaman hukuman kurungan 5 tahun penjara.” Melihat ancaman hukumanya,kita akan  lakukan penahanan,” demikian ditegaskan Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Sadono Budi Nugroho, di Medan, malam ini.

Lebih jauh dikatakan Sadono, bahwa Direktur PT AMN juga telah ditetapkan sebagai tersangka, karena telah melakukan kesalahan pekerjaan dengan  menggunakan alat (packing) yang dikategorikan sebagai kegiatan produksi tanpa izin. Terkait kasus ini, tujuh orang saksi sudah diperiksa termasuk tersangka.

“Dua gudangnya sudah di police line (segel). Selain itu juga ditemukan 1 ton lebih pupuk non subsidi, yang sudah kita sita sebagai barang bukti,” tambahnya.

Data yang diperoleh PR di peroleh di Poldasu menyebutkan, bahwa pupuk non subsidi yang disita Poldasu diketahui asalnya dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Bukan berasal dari Pelembang dan Lampung, seperti yang disampaikan sebelumnya. Dalam keteranganya tersebut , Sadono juga mengatakan, bahwa pihaknya masih terus mendalami asal pupuk tersebut.

” ita akan kirimkan petugas  ke Palembang untuk memastikan asal muasal pupuk tersebut,” tambahnya.  menurut Sadono, saat ini pihaknya sedang   fokus menyelidiki dugaan pengaburan warna pupuk. Sebab, secara keseluruhan terlihat putih tapi masih bercampur merah,” terangnya.

Sadono mengatakan, modus kejahatan yang dilakukan adalah dengan memasukkan pupuk bersubsidi ke karung non subsidi berlogo PT Pusri.  “Pelaku mendapat keuntungan Rp 3.000/kg dengan mengopolos pupuk tersebut. Kalau  1.000 ton, total keuntunganya saja sudah Rp 3 miliar.  Informasinya pupuk itu dijual ke Pekanbaru,” tandasnya.

Posted in Modus

Be the first to post a comment.