FMGI Minta Keadilan Tunjangan Sertifikasi

FAJAR SUMATERA-Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI) Kota Bandarlampung meminta keadilan tunjangan sertifikasi antara guru honorer dan guru PNS, yang selisih antara Rp500 ribu-Rp1 juta.

Ketua FMGI Suprihatin, S.Pd, menjelaskan tunjangan guru honorer Rp1,5 juta per bulan, tetapi untuk guru PNS mengikuti golongannya. mulai Rp2 juta, Rp2,5 juta, bahkan Rp3 juta. “Saya meminta kebijakan ini diubah,” katanya di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, kemarin.

Suprihatin mengaku adanya  program inpassing yang ditetapkan pemerintah untuk guru honorer agar tunjangan sertifikasinya bisa disesuaikan masa kerja. ’’Tetapi, saya sudah berkali-kali mengajukan dan tidak lulus juga. Padahal, saya sudah mengajar 15 tahun. Namun, tunjangan sertifikasi cuma Rp1,5 juta. Itu kan tidak sesuai dengan masa pengabdian saya,” katanya, kemarin.

Sementara Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Ir. Ria Andari, M.Pd, kemarin, menjelaskan, pengajuan inpassing tersebut dari guru bersangkutan ke Disdik kabupaten/kota masing-masing. Sesudah itu diajukan ke pusat, dalam hal ini Kemendikbud.

Namun, Ria menegaskan,  bahwa inpassing untuk tahun ini sudah ditutup. ’’Jadi tak ada pengajuan lagi. Kami juga tidak tahu kapan program tersebut dibuka lagi. Nah, hal inilah yang perlu diketahui oleh para guru,” tuturnya.

Ria juga mengakui kalau tunjangan untuk guru honorer yang sudah lulus sertifikasi dan belum lulus inpassing sebesar Rp1,5 juta. ’’Tetapi kalau sudah lulus, tunjangan yang mereka terima akan menyesuaikan masa kerja. Jadi nanti mereka bisa memperoleh Rp1,7 juta atau Rp1,9 juta per bulan,” terang dia. FS-Awaluddin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*